Wirausaha & Bekerja Cerdas : Pengalaman Wirausahawan IT Pemula

Tak terasa sudah hampir 3 minggu saya menjalani wirausaha di bidang IT support sesuai dengan latar belakang pendidikan, hobi dan pengalaman saya. Kata orang, pekerjaan yang menyenangkan adalah pekerjaan yang sesuai dengan hobi dan keinginan. Misalnya jika orang senang memancing, punya pekerjaan/usaha dibidang mancing-memancing tentu sangat menyenangkan. Jika hobinya bercocok tanam, punya usaha dibidang pertanian dan perkebunan tentu suatu berkah tersendiri.

Latar belakang pendidikan saya sendiri dibidang IT, meski nggak jelas fokus awalnya kemana 🙂 . Namanya juga kuliah IT dengan latar belakang operator mesin bubut (mesin tapping, pembuat ulir pada baut), niat awal saya kuliah adalah migrate dari posisi low level di perusahaan manufaktur, paling tidak ke posisi staff. Istilahnya, migrate dari pekerja kerah biru menjadi pekerja kerah abu-abu (kerah putih adalah para eksekutif, karena target saya adalah staff, istilahnya menjadi pegawai kerah putih yang sudah luntur jadi abu-abu, hehehe…)

Setelah beberapa tahun bekerja dibidang IT, saya bisa menyatakan bahwa salah satu hobi saya adalah hal-hal yang berkaitan dengan IT. Dalam perkembangannya, hobi ini berelasi dengan hobi saya yang lain, yaitu membangun komunitas, mengajar dan melakukan improvement sistem, diluar hobi lain seperti membaca dan menulis. Saya bisa kuat semalam suntuk oprek-oprek sesuatu tentang IT tanpa merasa lelah (karena opreknya sambil tidur, hehehe). Karena background saya awalnya bukan IT, saya perlu bekerja keras menguasai pengetahuan IT, minimal tidak mempermalukan almamater saya.

Latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan hobi tersebut yang kemudian saya jadikan sebagai pondasi awal wirausaha, dengan membangun usaha IT support dibidang implementasi sistem, training, konsultasi dan support. Secara pekerjaan, apa yang saya lakukan tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lakukan di pekerjaan sebelumnya, dengan perbedaan dalam bentuk fleksibilitas waktu dan agenda kerja.

Masa beberapa bulan diawal mungkin menjadi fase bulan madu bagi wirausahawan IT pemula seperti saya, meski saya berharap masa bulan madu ini berlangsung selamanya 🙂 . Dari apa yang saya lakukan selama 3 minggu ini, saya puas memilih jalan menjadi seorang wirausahawan. Saya bisa menulis artikel dengan santai, mempersiapkan buku untuk diterbitkan, mengantar dan menemani Zeze Vavai pertama kali masuk sekolah TK, jalan-jalan dan ngoprek komputer dengan leluasa dan lain-lain.

Wirausaha dibidang IT punya peluang yang cukup besar, asal tentunya dikelola dengan baik dan dengan perencanaan yang baik pula (ya iyalah, semua usaha juga harus begitu, ngapain juga ngomong sesuatu yang sudah semestinya 😀 ). Salah satu hal yang membuat seseorang maju mundur saat menentukan akan berwirausaha (self -employment, freelance) atau tidak adalah kekhawatiran soal apakah berwirausaha mampu menopang kebutuhan hidup sehari-hari dan apakah akan berkesinambungan atau tidak? Ini alasan yang sangat-sangat manusiawi dan perlu menjadi pedoman awal, apalagi jika sudah berkeluarga.

Banyak yang bilang, kita harus mau bekerja keras untuk bisa hidup berkecukupan meski buat saya pribadi, bekerja keras saja tidak cukup. Baiknya dilengkapi dengan bekerja cerdas, bekerja beberapa hari untuk menutup biaya sebulan. Bekerja sebulan untuk menutup biaya hidup setahun dan seterusnya. Saya pernah mendengar para avonturir (adventurer) di luar negeri yang bekerja setahun penuh kemudian travelling ke berbagai belahan dunia selama 1-2 tahun berikutnya. Jadi mereka membiayai hobi mereka dengan bekerja keras dan bekerja cerdas diawal, kemudian menikmatinya ditahun berikutnya.

Jadi ingat dengan motto seperti ini : “Muda foya-foya, Tua kaya raya, Mati masuk surga” 😀

Pin It

11 thoughts on “Wirausaha & Bekerja Cerdas : Pengalaman Wirausahawan IT Pemula

  1. Mantap 😀
    senang sekali melihat sahabat yang sedang berbulan madu dengan aktifitas barunya he.. he…
    selamat datang didunai nyata…
    dunia penuh pesona….

    salam sukses

  2. @Kang Tatang, thanks untuk sambutannya. Saya mesti menjura pada Kang Tatang untuk pengalaman berwirausaha

    @Chikal, Mudah-mudahan bisa menarik banyak staff mas, doakan saja karena saya arahnya juga mengurangi pengangguran, paling minimal 1-2 orang.

    @Revanthem, siap mas, mudah-mudahan nggak terlalu lebay dan “gue banget”, soalnya benar-benar pengalaman pribadi 🙂

  3. Anda masih mendapat madunya, karena modal yg anda pakai selama ini cuman otak dan body anda sendiri. Nanti kalo bisnisnya sudah membesar sehingga perlu anak buah, tapi ada yang wanprestasi, lalu anda kena complaint. Atau butuh material atau license (baca : uang) sehingga perlu modal orang lain, lalu dikadalin atau gak laku kejual sehingga modalnya mandek jadi hutang. Atau nanti ada tender lalu diatur atur supaya curang……
    hehehe………

  4. @Dedhi,
    Ya, terima kasih untuk advice-nya. Usaha memang tidak selalu mulus dan saya menyadari sepenuhnya hal itu. Bekerja di sebuah perusahaanpun tidak selalu mulus jadi pada prinsipnya saya tidak terbuai madu diawal ini 🙂

    Kalau keburu takut sebelum berperang juga sama saja bohong kan 🙂

  5. mas,sya msh kuliah di jur IT .
    Sya berkeingnan,jka nti kuliah sya berakhr,sya mw berwrausaha .
    sya mw tnya,brapa mdal yg mas kluarkn untk membngund usha anda?krna sya dr ltar blakng yg bys saja,tdk trlalu kya dn tdk trlalu mskn,hehehe .
    jd,klo sya tw kra2 brapa mdal’a,sya bs menbng .

  6. Terima kasih Bung Vavai,artikel Bung vavai ini selalu membuat support buat saya,dan saya juga selalu setia membacanya.hampir setiap artikel bung vavai saya praktekkan untuk menambah ilmu.bung vavai saya ada pertanyaan cara setting Zimbra di ubuntu 10.10.

    Salam sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*