Implementasi Sistem & Fail Over pada Perusahaan Klien

Gambar diatas adalah server yang disiapkan untuk sistem mail server di perusahaan klien yang saat ini sedang saya tangani. Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya, begitu tiba di kantor klien saya langsung bekerja (ya iyalah, masya langsung makan, niat bener sih, hehehe…). Pekerjaan pertama adalah mengecek server yang akan digunakan untuk sistem. Untuk mail server, spesifikasi servernya termasuk sangat powerful, yaitu :

  • HP Proliant DL785 G6
  • Processor Six-Core AMD Opteron(tm) Processor 8439 SE
  • RAM 64 GB
  • Harddisk SAS 8X500 GB

Spesifikasi diatas saat ini digunakan untuk menangani 300 user dengan opsi penambahan hingga 3000 user. Boss IT perusahaan klien sempat tanya, “Apakah spesifikasi demikian sudah cukup atau masih butuh tambahan?”, saya jadi senyum simpul menjawabnya. Lha salah satu klien saya yang trafiknya dalam kisaran ratusan ribu email per hari masih bisa kok ditangani dengan memory 8 GB.

Total tersedia 3 buah server yang spesifikasinya mirip, hanya berbeda di RAM. Server kedua memiliki RAM 48 GB sedangkan server terakhir yang akan difungsikan sebagai server offline memiliki RAM 8 GB. Dengan spesifikasi diatas, proses instalasi sistem berjalan dengan lancar dan normal. Tahap yang membutuhkan waktu yang cukup lama adalah sinkronisasi DRBD dari server pertama ke server kedua dan export-import mailbox dari server lama ke server baru.

Pagi ini saya kembali ke kantor klien untuk menuntaskan 2 hal diatas, melakukan testing sistem sekaligus memindahkan mail server yang saat ini berjalan ke mail server yang baru. Jika semua berjalan normal, saya berharap semuanya tuntas hari ini sehingga besok dan lusa waktunya bisa dimanfaatkan untuk live testing, audit dan diskusi mengenai implementasi sistem yang lain.

Salam dari Pangkal Pinang Bangka Belitung, di pagi yang cerah dan sunyi 😀

Pin It

15 thoughts on “Implementasi Sistem & Fail Over pada Perusahaan Klien

  1. Hidih servernya gede bgt…

    Mas Vavai, aku di sini dipinjemin server HP Proliant SL390s. Isinya 2x6core X5600, RAM nya 48GB, ukurannya cuma 0,5 U karena dimasukin ke casing 4U bisa muat 8 biji.

    Aku masih gak ngerti kalau ada client yg mau beli server segede gajah itu, kecuali kalau bener2 4 atau 8 socket nya diiisi semua 😀

    Selamat ya mas, semoga sukses

  2. @Affan, untuk urusan server besar-besar saya mesti belajar banyak sama mas Affan, semoga ada waktu buat diskusi 😉 . Sukses selalu mas

    @Arif, saya doakan satu waktu bisa beli mas, saya juga pingin beli, hehehe…

    @Dudi, nggak inget berapa U boss, yang jelas sih makan tempat dan berat kalo digotong2 😛

    @Jacobian, nanti saya tanya sama IT sini mas 😀

  3. Pingback: Review 2 Pekan Fokus Berwirausaha/Freelance/Self-Employment | Migrasi Windows Linux

  4. Wah,,

    Pangkal Pinang, Om Pap? Inget dulu PKL Taun 2004 pernah ke Pangkal Pinang, kerjain RECTIFIER nya XL.

    Om Pap, kapan2 ajak dung. Mau belajar jg nich.. linux

    Thx
    Wiwid

  5. Halo, slam knal saya brury, saya ingin tanya beberapa hal seputar FailOver dunk, 😀
    saat ini di kantor saya menggunakan 2 line speedy dan menggukan konsep failover pada networknya, :
    1. Bagaiman cara kerja failover pada jaringan saya?
    2. jika saya ingin switching ip public yg akan dishare ke network apakah harus manual atau otomatis akan switching mencari line yg stabil ?

    thanks infonya 🙂
    SALAM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*