Terkait dengan fokus saya pada wirausaha, saya membutuhkan komputer yang nyaman untuk dipakai sehari-hari. Kalau penggunaannya sebatas di rumah, komputer yang saat ini saya gunakan sudah cukup memenuhi ekspektasi saya, namun saya membutuhkan komputer yang sifatnya portable. Untuk keperluan ini, saya memilih Laptop HP ProBook 4421s sebagai komputer kerja. Kebetulan saat kemarin mengundurkan diri ada budget untuk pembelian laptop sehingga saya bisa langsung membelinya hari ini sekaligus menyiapkannya untuk project Excellent di Pangkal Pinang hari Senin, 03 Januari 2011 besok.
Saya lebih memilih Notebook/laptop sebagai komputer kerja diluar Netbook/Ipad atas pertimbangan sederhana, yaitu dari sisi kecepatan. Saya akan banyak menggunakan komputer ini untuk simulasi implementasi sistem, termasuk simulasi virtual server dan aplikasi yang membutuhkan resources cukup besar. Hal ini bisa menjadi kendala cukup besar jika saya memilih Netbook.
Saya membeli Laptop HP ProBook 4421s di Bekasi Cyber Park siang tadi, setelah membandingkannya dengan beberapa pilihan yang tersedia dibeberapa toko. Harganya sekitar Rp. 6.750.000,- sudah termasuk bonus printer HP Deskjet D1660 dan beberapa accessories seperti tas komputer & mouse. Dilihat dari spesifikasi cukup memenuhi apa yang saya inginkan, yaitu :
- Processor Intel® Core™ i5-540M Processor (2.53 GHz, 3 MB L3 cache)
- Memory 2 GB (hendak upgrade jadi 8 GB)
- Harddisk 320 GB
- DVD RW Light Scribe
- Webcam
- ATI Mobility Radeon™ HD 4350 discrete graphics with 512 MB dedicated video memory
Spesifikasi lengkapnya dapat dilihat disini : HP ProBook 4421s Notebook Specification.
Komputer ini hanya diisi dengan FreeDOS, sesuai dengan keinginan saya karena saya akan melakukan instalasi sistem sendiri. Begitu pulang, saya langsung menginstallnya dengan 2 sistem operasi, yaitu openSUSE 11.3 64 bit dan LinuxMint 10 Julia 64 bit. Keduanya berjalan dengan baik. openSUSE secara default disupport via driver yang disediakan oleh pihak HP (original disediakan untuk SLED 11 namun bisa digunakan untuk openSUSE) sedangkan LinuxMint mendeteksi hardware dengan baik. Ada kebutuhan install 3rd party driver, namun dapat secara otomatis dijalankan.
So far, saat ini saya cukup puas dengan performanya. Untuk pertama kalinya saya posting artikel di blog ini menggunakan Laptop HP ProBook 4421s
Jika teman-teman menggunakan Linux dan berniat membeli laptop untuk kerja, laptop ini bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa saya rekomendasikan (note : saya tidak memiliki commercial interest/kepentingan apapun jika merekomendasikannya
). Bonus yang disediakan yaitu printer HP Deskjet D1660 juga benar-benar bonus yang menyenangkan karena langsung plug & play di Linux tanpa harus menginstall driver apa-apa.
Mudah-mudahan adanya komputer yang nyaman dipakai ini bisa meningkatkan performance kerja saya dan menunjang mobilitas saya sehari-hari.







sepertinya laptop yg bagus.btw batre nya tahan berapa jam lama tuh?
wah pak vavai sudah go nasional ya sekarang, oya pak saya oji alumni bansal lo, kwan juga dengan iskandar.
btw pak vavai ke pangkal pinang ke daerah mana? karena saya kerja di bangka induk (sungailiat, 30 menit dari Pangkal Pinang).
Sukses pak VAVAi.
maaf mas, numpang nanya, kalau SLED 11 itu opensource yang free atau berbayar ya ? kalau berbayar berapa harganya ? thanks before
@Jacobian, wah maaf boss, lupa catet berapa lamanya.
@Fachruroji, saya ke Pangkal Pinang ke kantor PT. Timah mas, di pangkal pinangnya. Mau kopdaran nggak ?
@Nanang, SLED tanpa support dan tanpa daily update dari Novell = free. Untuk update manual mas bisa gunakan OBS (openSUSE Build Service)
http://vavai.com/2010/02/04/catatan-dari-acara-peluncuran-distributor-novell-untuk-indonesia/
waduh.. bikin iri nich mesin perangnya
he.. he…
jadi pengen ganti…. he.. he…
cuma kalo saya pake laptop dengan spec diatas malah jadi buat maen game kayaknya
wahh keren mas… review ini jadi masukan bagus buat saya (mau beli laptop juga). sukses selalu mas
@Kang Tatang, kan si akang sudah lebih mantabs mesin perangnya
@Tukang Indomie, sukses selalu mas, semoga lancar rencananya
Mas, saya juga pake Probook 4421s. tp krn chasingnya aluminium, jadi agak nyetrum bodinya jika sdg di-charge. adakah solusinya?
kapan ya bisa beli yang kayak ginian…
masih tahap ,i,pi deh…
@Yusro,
Mungkin alas yang digunakan mesti dperhatikan mas, soalnya saya nggak problem soal “nyetrum”-nya.
@Ponsel, mudah-mudahan tidak tunggu lama, apalagi kalau bisnisnya jualan ponsel, mestinya gak perlu mimpi untuk beli laptop ini
mas vavai, kalo di ubuntu 10.04 wirelessnya gak kedeteksi mas, ada solusi?
nah lo,, ada oji juga, kopdaran ja ji
. Wah harga segitu udah mantep sekarang ya speknya, setahun lebih yg lalu masih belum
.
@rakhmadi: chipsetnya memang apa memang apa ya wirelessnya?, klo intel biasanya langsung kedetect, diluar itu mungkin butuh teknis install manual.
*
* om google mode on
mas minta saran dong, klo aku ada budget 3-4 jutaan, dapat laptop spek spt apa ya?
halo mas,saya juga punya hp probook 4421s,mau nanya pengaruhnya(efek) instal os 64 bit di probook 4421s.bukanya probook 4421s 32bit??
Thx
@Fractal,
Laptop 4421s ini memang 64 bit kok mas, bahkan menyediakan Intel VT jadi bisa dipakai untuk simulasi Viirtualization 64 bit, jadi tidak ada issue untuk app 64 bit. Saya pakai openSUSE, Ubuntu, Fedora dan LinuxMint semuanya 64 bit.
[...] satu sistem Linux yang terinstall pada Laptop HP Probook 4421s yang saya gunakan adalah LinuxMint 10 “Julia”. Overall saya tidak memiliki masalah yang [...]
[...] mobility Radeon pada Linux BlankOn/Ubuntu. Sebagai catatan, saya menerapkan prosedur diatas pada laptop HP Probook 4421s. Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur [...]
[...] Intel) atau SVM (jika menggunakan processor AMD) seperti contoh berikut ini yang saya test pada laptop HP Probook 4421s yang saya gunakan [...]
ini emang specnya tinggi aku punya tpi mother boardnya brpaan harganya