Install Guest System Berbasis KVM pada Proxmox Virtual Environment

Manajemen pembuatan guest system atau virtual machine client pada Proxmox VE dilakukan menggunakan akses web. Setelah selesai melakukan instalasi Proxmox VE, kita bisa melakukan login ke menu administrasi Proxmox (lihat proses detail instalasi Proxmox pada artikel ini : Instalasi Proxmox Virtual Environment )

Untuk membuat guest system baru, klik Virtual Machines pada panel disisi kiri, kemudian klik tab Create pada menu disisi kanan. Tampilannya akan seperti berikut ini (sample menggunakan Proxmox VE 1.7)

Keterangan untuk pembuatan guest system pada Proxmox VE :

  • Type : Terdiri dari 2 pilihan, yaitu menggunakan OpenVZ Container Template atau menggunakan KVM. Jika menggunakan KVM, processor server/komputer harus memiliki modul Intel Virtualization Technology/Intel VT atau AMD-Virtualization/AMD-V. Jika menggunakan OpenVZ, kita harus memiliki OpenVZ Template yang bisa didownload dari website OpenVZ. Perbedaan utama antara KVM dan OpenVZ selain dari sisi teknologi adalah dari proses instalasi. OpenVZ tidak memerlukan proses instalasi karena Template yang digunakan pada dasarnya sudah berbentuk hasil instalasi.
  • ISO Storage : Defaultnya Local Directory, kecuali kita memiliki storage dalam bentuk lain
  • Installation Media, bisa menggunakan CD/DVD ROM atau bisa juga menggunakan file ISO yang di upload melalui menu ISO Images. Perlu diingat bahwa maksimum file ISO yang bisa didownload berukuran 2 GB. Jika lebih besar dari 2 GB, salin file iso yang ingin digunakan ke dalam folder /var/lib/vz/template/iso/. Proses penyalinan bisa menggunakan perintah scp dari komputer lain
  • Disk Storage, kita bisa mendefinisikan lokasi dan ukuran harddisk virtual yang dibuat. Saya biasanya menggunakan IDE Format VMDK (VMWare Disk) agar mudah dan fleksibel digunakan oleh virtual machine jenis lain seperti VMWare dan VirtualBox. Secara default ukuran harddisk akan menggunakan ukuran dynamic/sparse image, dalam arti bahwa ukuran harddisk virtual akan mengikuti ukuran real. Contoh : meski kita mendefinisikan harddisk virtual sebesar 500 GB, jika jumlah data dalam image hanya sebesar 10 GB, ukuran image juga akan berukuran 10 GB, bukan 500 GB.
  • Memory (MB) : Tentukan memory yang digunakan oleh guest virtual system, sebaiknya maksimum 50% dari memory fisik, meski Proxmox hanya menggunakan memory dalam kisaran < 512 MB dan cukup efisien dalam mengelola memory
  • VMID :  Merupakan ID dari masing-masing VM yang dibuat, penting untuk membedakan masing-masing VM jika guest system yang dibuat lebih dari satu
  • Start at boot: Berikan tanda centang pada pilihan ini jika ingin guest virtual system otomatis berjalan saat mesin induk/fisik di booting/restart
  • Disk Type : Terdiri dari pilihan IDE, SCSI dan Virtio. Secara default gunakan SCSI kecuali sistem operasi yang digunakan tidak memiliki driver/tidak mengenali harddisk SCSI
  • Guest Type : Sebagian besar Linux generasi terbaru menggunakan kernel 2.6. Jika menggunakan sistem lain-misalnya Windows-silakan disesuaikan.
  • Network : Secara default akan menggunakan Bridge Networking agar antara guest dan host bisa saling berkomunikasi selayaknya 2 komputer yang berbeda. Jika kita memiliki network card lebih dari satu, kita bisa membuat bridge network tambahan untuk keperluan yang berbeda. Saya akan menuliskan artikel penggunaan multiple network card pada artikel lainnya

Setelah selesai melakukan konfigurasi guest system, Klik Create, maka guest system untuk mesin virtual baru sudah siap diinstall/digunakan. Jika ingin melakukan perubahan opsi hardware maupun sistem lainnya, klik virtual machine yang baru dibuat dan lakukan modifikasi sesuai keinginan.

Masukkan alamat email pada form dibawah ini untuk menerima update mengenai artikel, tutorial atau tips terbaru dari website ini:

Delivered by FeedBurner

14 Responses for “Install Guest System Berbasis KVM pada Proxmox Virtual Environment”

  1. [...] artikel sebelumnya, saya menjelaskan tentang cara membuat virtual server berbasis KVM pada Proxmox Virtual Environment (Proxmox VE). Selain KVM, Proxmox juga mendukung teknologi virtualisasi berbasis OpenVZ. [...]

  2. [...] Install Guest System Berbasis KVM pada Proxmox Virtual Environment [...]

  3. anton says:

    lebih baik mana mas, menggunakan proxmox, atau Centos + KVM ? soalnya saya berencana migrasi ke proxmox kalau lebih bagus dibanding Centos + KVM. apakah bisa image yang ada di KVM di pindah ke proxmox? kalo di kvm kan kalo mo pindah server kita tinggal copy imagenya dan xml nya trus di define. mohon sarannya terimakasih

  4. @Anton, lebih baik pakai Proxmox karena langsung bare-metal. File VMDK (KVM) bisa saling dipindahkan. Untuk XML mesti didefine ulang.

  5. anton says:

    terimakasih mas vavai atas masukannay, satu lagi dong saya mau tanya, saya berencana menggunakan zimbra dengan user saat ini kurang dari 100 dan tidak akan lebih dari 200, sepsifikasi yang akan saya gunakan adalah menggunakan virtual environment dengan konfigurasi guest : os centos6, cpu=1 ram=4GB, harddisk=100GB. di intall di atas mesin IBM x3650M3 RAM 20GB os proxmox. ya ingin saya tanyakan apakah dengan spesifikasi guest tersebut apakah sudah mencukupi atau masih kurang?, atau lebih baik di install di mesin standalone?

  6. Ini sudah cukup mas. Jika RAM ditambah jadi 8 GB lebih bagus lagi. Untuk VM sudah cukup kok.

  7. anton says:

    terimakasih banyak masukannya mas.

  8. eddy says:

    numpang tanya mas Vavai
    saya pakai proxmox untuk uji coba
    VM berbasis OpenVZ lancar tetapi ketika start VM berbasis KVM pada proxmox servernya sering crash..
    kira2 apa masalahnya ya?

    spek kompute yang di pakai uji coba :
    motherboard : 945GM6-L
    processor : pentium dual-core E5500 2.8GHz (Support VT)
    memory : 2GB
    hdd : 120GB

  9. @Eddy,

    Ada pesan apa saat crash?

  10. eddy says:

    pesan errornya agak panjang mas tp saya sempat mengambil gambarnya ketika start VM berbasis KVM dengan guest XP

    http://imageshack.us/photo/my-images/191/photo0431eo.jpg/
    atau
    http://i49.tinypic.com/2cik4yf.jpg

    kvm kadang jadi kadang crash
    apa masalahnya ya mas?

  11. Agus says:

    numpang tanya pak Vavai, saya baru saja insal proxmox, tapi ada error saat saya upload via webadmin fille .raw size 3GB pesan error “error 0 document while receiving the document” ada caa lain gak untuk upload selain di webadmin

  12. @Agus,

    Coba scp langsung ke folder /var/lib/images/VM-ID

    Atau bisa juga ssh ke server, masuk ke folder /var/lib/images/VM-ID kemudian wget

  13. andi says:

    Mas Vavai yang baik, saya mau membangun lab komputer menggunakan Proxmox

    Spek server begini : Proc. AMD 8 core, Ram 16 GB, Hardisk SSD 120 GB.

    Akan digunakan untuk sarana belajar instal Windows/Linux dan jaringan komputer secara virtual. Tampilan akan diakses melalui browser. User yang mengakses bersamaan 10 – 20 org.

    Apakah sudah memadai spek yang saya tuliskan diatas ? Mohon rekomendasinya.

    Sebelumnya saya sudah coba pake proxmox 2.1, Intel E4500 2,2 ghz, ram 4 gb, hdd sata 160, performa tidak memuaskan, baru diakses 2 user (firefox) aja sudah berat, diakses 5 user servernya hang, hardisk panas sekali. Mungkin bottleneck di hardisk kali ya.

    Mohon tanggapannya. Trims.

  14. gezitz says:

    mas saya mencoba instal zenoss di proxmox tapi gakeluar tampilannya di browser firefox kira2 ada yang salah apa yah tapi klo di ping ip zenoss dah jalan mohon bantuannya

Leave a Reply

Google Adsense

openSUSE 13.1

Ads

Log in - BlogNews Theme by Gabfire themes