Bisnis Custom Appliances untuk Sistem Komputerisasi Perusahaan ?

1-2 tahun belakangan ini saya sangat sering melakukan implementasi sistem virtual pada saat melakukan implementasi sistem, baik bagi kantor sendiri maupun di kantor klien. Mesin virtual yang saya gunakan memang masih dalam tataran standar, mulai dari VMWare, VirtualBox, Xen dan KVM. Saya belum pernah mencoba mesin virtual yang langsung tertanam didalam server atau produk tertentu.

Awalnya saya menggunakan file ISO untuk melakukan instalasi sistem di dalam mesin virtual, namun cara ini tidak efektif. Waktunya terlalu lama untuk melakukan implementasi suatu sistem, meski saya bisa menggunakan model unattended install (di openSUSE/SLES bisa diimplementasi menggunakan module autoyast), atau melakukan copy suatu mesin virtual untuk dijadikan sebagai basis media untuk dimodifikasi lebih lanjut.

Kehadiran SUSE Studio memberikan benefit maksimal bagi saya. Saya bisa membuat mesin virtual/appliance untuk berbagai keperluan, semau saya. Appliance yang dibangun bisa dalam bentuk JeOS Appliance yang memuat sistem operasi minimal, Zimbra Appliance yang membundel Zimbra Mail Server di dalam openSUSE/SLES, LAMP appliance yang membundel Linux openSUSE/SLES beserta web server Apache, database MySQL plus PHP & Perl script untuk dijadikan sebuah web server dan berbagai macam appliance lainnya.

Selain bisa dicustom untuk berbagai keperluan, SUSE Studio Appliance memberikan manfaat dalam bentuk pengurangan waktu deployment. Sebagai contoh, jika membuat mesin virtual menggunakan file ISO membutuhkan waktu paling tidak 30 menit untuk siap digunakan, saya hanya membutuhkan waktu 5 menit atau kurang untuk mengaktifkan suatu mesin virtual berbasis SUSE Studio Appliance. Ini karena Appliance yang dibangun sudah terintegrasi dengan berbagai paket aplikasi yang diperlukan dan sudah siap dimodifikasi.

Berkaca pada pengalaman tersebut, saya berpikir sedikit kedepan, bagaimana jika saya membuat suatu appliance yang sudah benar-benar dicustom untuk suatu perusahaan/klien/customer. Jadi bukan sekedar membuat script instalasi Zimbra secara otomatis misalnya, melainkan sudah menyertakan Zimbra mail server yang terinstall dengan nama domain, spesifikasi IP dan daftar account yang diinginkan oleh klien.

Sebagai contoh kasus, Appliance untuk Zimbra Mail Server akan memiliki spesifikasi sebagai berikut :

  1. Appliance memiliki pilihan apakah menggunakan GUI atau minimal (text mode). Opsi GUI disertakan jika appliance akan dijalan sebagai media pembelajaran atau jika staff IT yang menangani belum familiar dengan Linux
  2. Appliance bisa dijalankan pada berbagai sistem operasi
  3. Appliance tersedia dalam format 32 maupun 64 bit
  4. Konfigurasi besar harddisk bisa disesuaikan dengan keinginan customer
  5. Nama domain sudah sesuai dengan nama domain customer
  6. Konfigurasi IP sudah sesuai dengan konfigurasi IP customer
  7. Sudah diimprove baik anti virus, anti spam maupun RBL host/black list
  8. Daftar account sudah sesuai dengan account milik customer (customer mengirimkan list user name dan password)
  9. Disertai manual book implementasi/deployment

Jadi jika ada customer ingin membeli appliances yang dimaksud, customer akan menerima 1 buah DVD berisi harddisk virtual yang bisa langsung dijalankan menggunakan mesin virtual yang dimiliki, beserta panduan untuk instalasi mesin induk dan panduan untuk melakukan implementasi sistem.

Customer tidak perlu lagi pusing melakukan konfigurasi karena proses yang dilakukan oleh customer hanya melakukan deployment dan maintenance harian, semua konfigurasi sudah diset dan diimprove.

Custom appliances yang dibangun bukan hanya soal mail server namun bisa juga dalam bentuk File Server dan Primary Domain Controller, atau transparant proxy server atau berbagai jenis appliances lainnya yang secara umum biasa digunakan diperusahaan/customer.

Semakin jauh saya memikirkannya, semakin besar hasrat saya untuk menjalankannya. Kalaupun tidak ada customer yang tertarik, ya paling saya gunakan untuk diri sendiri (seperti seorang wiraswasta yang membuat rumah makan, kalau tidak ada yang beli, terpaksa makanannya dimakan sendiri daripada dibuang percuma, hehehe…)

Dari sisi biaya sebuah custom appliances, jika bisa menarik minat banyak customer, mestinya harganya bisa dibuat secara kompetitif karena bisa didevelop secara massal. Dalam hitungan saya, biaya untuk 1 buah custom appliances bisa ditekan hingga 10% dari biaya implementasi sistem yang dilakukan secara manual dengan mengundang vendor/konsultan.

Saat ini saya memang baru meninjau dari sisi custom appliance sebagai sebuah software, namun sudah terpikir juga jika custom appliance tersebut nantinya dibundel dalam suatu paket hardware.

Tertarik menjadi customer? 🙂

Pin It

7 thoughts on “Bisnis Custom Appliances untuk Sistem Komputerisasi Perusahaan ?

  1. Ide bagus mas …. Saran untuk software nya lebih lagi yang opensource sehingga semakin memajukan opensource di negeri kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*