Pekerjaan di Waktu Libur : Recovery & Rekonfigurasi Data File Server

Senin 13 September 2010 kemarin adalah hari libur lebaran terakhir bagi saya karena pada hari Selasa 14 September 2010, saya sudah mulai masuk kerja kembali. Sebelum bicara yang lain-lain, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan khilaf.

Karena tidak mudik dan juga tidak kemana-mana, saya bermain-main terus bersama Zeze Vavai dan Vivian sambil melakukan simulasi sistem menggunakan Proxmox Virtual Environment (Proxmox VE).

Selepas makan siang, ada telepon untuk saya menggunakan telepon rumah. Ternyata ada seorang staff IT perusahaan Gemala Group  yang mendapat informasi mengenai layanan Excellent via blog saya. Ia menanyakan apakah saya dapat membantunya melakukan recovery data file server kantornya yang crash. Data-data yang ada didalamnya sangat penting dan belum sempat dibackup ke media lain. Sebagian besar data harus dapat dipergunakan pada saat kantornya mulai masuk pada hari Rabu, 15 September 2010 besok.

Mengingat waktunya agak mepet jika saya harus datang ke lokasi perusahaannya, saya menanyakan apakah memungkinkan jika servernya dibawa ke rumah saya. Pertimbangannya, di rumah tersedia banyak tools untuk melakukan operasi secara lengkap. Ternyata ia setuju dan sekitar 1 jam kemudian sudah sampai di rumah saya.

Saya langsung melakukan diagnosa di ruang komputer pribadi di kamar depan karena lantai atas tempat training center Excellent masih belum selesai direnovasi. Server lama ternyata menggunakan sistem Mandriva Linux, menggunakan 3 buah harddisk namun diset sebagai RAID-1 secara software (2 harddisk untuk RAID-1 dan 1 harddisk sebagai backup). Yang mengkhawatirkan, suara harddisk terdengar mencemaskan, terdengar bunyi klotok-klotok 😛 . Saat saya coba harddisk RAID yang kedua, bunyinya malah lebih menyeramkan dan tidak bisa terdeteksi sama sekali sehingga akhirnya saya memusatkan perhatian pada harddisk yang masih bisa terdeteksi meski bunyinya sudah “nglotok”.

Awalnya saya menggunakan LiveCD Linux PartedMagic yang paling sering saya gunakan untuk melakukan recovery data, karena ringan dan cukup lengkap. Ternyata LiveCD ini tidak mampu membaca partisi RAID, entah dimana masalahnya. Karena diburu waktu, akhirnya saya menggunakan LiveCD remastering Zimbra Appliance yang saya bangun menggunakan SUSE Studio. Zimbra Appliance LiveCD ini mampu mendeteksi partisi RAID sehingga prosesnya bisa saya lanjutkan untuk backup data.

Anehnya, harddisk baru yang saya pasang sebagai media backup malah tidak dapat dideteksi dengan baik. Awalnya saya pikir karena harddisk backupnya bermasalah namun setelah 2 harddisk lainnya saya coba dan mengalami hal yang sama, saya berasumsi masalah ada pada susunan harddisk yang saya pasang.

Setelah mengubah susunan harddisk beberapa kali tidak memberikan hasil sesuai harapan, akhirnya proses backup saya lakukan melalui jaringan, meski lebih lambat namun bisa langsung segera diproses. Sambil menunggu proses backup, saya melakukan instalasi dan konfigurasi file server baru berbasis Samba PDC+OpenLDAP menggunakan SUSE Linux Enterprise Server 11 SP 1 64 bit. Mesin yang digunakan adalah server IBM X Series 3100.

Proses instalasi dan konfigurasi berjalan lancar sehingga beberapa waktu kemudian saya bisa melakukan pemindahan data dari data backup ke mesin baru. Proses finishing dilakukan pada hak akses share folder untuk menyesuaikan setting server baru dengan skema permission pada server lama.

Secara total proses recovery, instalasi dan konfigurasi sistem file server memakan waktu hingga 6 jam. Proses terlama adalah proses backup dan recovery serta penyesuaian hak akses pada folder masing-masing.

Pin It

4 thoughts on “Pekerjaan di Waktu Libur : Recovery & Rekonfigurasi Data File Server

  1. Pingback: Solved : Klien Windows 98 & Share Folder Samba PDC+OpenLDAP pada SLES/openSUSE | Migrasi Windows Linux

  2. expert betul ya mas vai ini….kalo nanti saya ada masalah dan mentok…klotok…klotok…tidak sungkan untuk ke Excellent hehehehehe… perfect..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*