Persiapan Sebelum Berhenti Kerja (Resign)

Seperti yang saya tuliskan disini, saya akan menuliskan persiapan yang saya lakukan baik dari sisi psikologis keluarga maupun dari sisi peluang dan tantangan setelah mengundurkan diri dari pekerjaan.

Tentu saja sudah banyak rekan-rekan yang mengundurkan diri dari pekerjaan mereka jadi apa yang saya tuliskan dimaksudkan untuk menambah khazanah pengetahuan, sekaligus sebagai media pembelajaran jika satu saat ada rekan lain yang ingin melakukan hal yang sama.

Mengundurkan diri dari pekerjaan tentu bukan hal sederhana, terutama untuk seseorang yang sudah memiliki keluarga, karenanya harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Berikut adalah persiapan yang saya lakukan :

  1. Persiapan Psikologis Keluarga. Saya sampaikan pada keluarga bahwa jika saya mengundurkan diri dari pekerjaan dan fokus pada usaha baru, saya tidak akan menyentuh dan menggunakan keuangan keluarga, dalam hal ini pendapatan isteri. Saya katakan bahwa sial-sialnya saya berfokus pada usaha baru adalah tidak membawa uang untuk keluarga dan akan menjaganya sekuat tenaga untuk tidak mengambil uang keluarga untuk segala resiko keuangan usaha.

    Isteri saya memang bekerja sebagai PNS namun baik bekerja sebagai PNS atau ibu rumah tangga biasa, adalah tanggung jawab seorang kepala keluarga untuk memberi penghidupan sehari-hari. Pekerjaan isteri sebagai PNS mungkin dapat dianggap sebagai JPS (Jaring Pengaman Sosial) namun saya pribadi berusaha tidak menjadikannya sebagai faktor penyelamat karena khawatir saya menggantungkan keputusan pada hal ini.
  2. Persiapan Keuangan (Passive Income). Fokus pada usaha baru mungkin menjanjikan, mungkin juga menuai hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu penting untuk membuat plan B, andaikata fokus utama saya tidak sesuai harapan, saya masih bisa memberikan penghasilan pada keluarga. Sumber keuangan yang saya cadangkan untuk hal ini ada 2, yaitu offline dan online. Untuk offline berasal dari penghasilan warnet sedangkan untuk yang online berasal dari pendapatan blog (iklan, paid links dan review).

    Saya juga mulai membuat draft buku yang saya harapkan bisa selesai selepas lebaran tahun ini. Secara total, penghasilan online dan offline ini kadang memang menyamai pendapatan gaji selama ini namun masih sering belum stabil dan bersifat fluktuatif sehingga waktu beberapa bulan sebelum resmi resign akan saya gunakan untuk menata ulang dan melakukan konsolidasi pendapatan. Selain hal diatas, saya juga menyiapkan toko online dan usaha domain-hosting yang saat ini sudah mulai dikelola oleh staff Excellent yang mulai saya rekrut secara bertahap. Nantinya staff Excellent tidak banyak-banyak amat, bisa dibilang untuk tahap awal ada 2 orang staff support dan 1 staff Administrasi.

    Yang tidak kalah penting adalah pencatatan administrasi keuangan. Kebetulan saya pernah membeli lisensi program keuangan untuk keluarga buatan anak negeri yang bagus dan bisa digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha sekaligus menghasilkan laporan keuangan, balance sheet dan income statement.
  3. Fokus Bisnisย  & Pembuatan Rencana Usaha. Pekerjaan yang akan saya lakukan nantinya berfokus pada training, workshop dan implementasi sistem komputerisasi. Untuk keperluan ini, pembuatan badan hukum PT menjadi prioritas utama, untuk nantinya bergabung dengan asosiasi (AOSI, Asosiasi Open Source Indonesia).

    Jika selama ini training dilakukan hanya diakhir pekan, nantinya training dapat dilakukan setiap hari. Perluasan tempat untuk training center agar lebih representatif dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2010 juga akan membuka peluang pengadaan community training bekerja sama dengan komunitas, dengan biaya yang lebih rendah, bersifat profit sharing (profit sewajarnya) dan ditujukan bagi mass market.
  4. Persiapan Kegiatan sehari-hari. Fokus pada usaha artinya saya tidak lagi bekerja dalam format 08.00-16.00 WIB. Kegiatan sehari-hari saya akan dimulai lebih awal, yaitu selepas Shubuh dan berakhir lebih malam, bisa sampai pukul 10 malam. Untuk keperluan online secara mobile, saya juga membeli modem USB HSDPA agar bisa online secara mobile. Nantinya, jika tidak ada permintaan presentasi/konsultasi/implementasi, sehari-hari saya akan stand by di warnet dan berfungsi sebagai professional blogger. Saya akan secara periodik melakukan update blog-blog yang menopang pendapatan secara online.
  5. Melakukan Proses Rekrutmen. Mengingat ada beberapa fokus usaha yang memerlukan penanganan serius, saya mulai melakukan proses rekrutmen secara bertahap. Untuk tahap awal, saya melakukan perjanjian kepada beberapa rekan support yang selama ini membantu saya dalam proses implementasi dan migrasi sistem di klien.

    Jika selama ini saya memberikan kompensasi dalam bentuk freelance fee, mulai bulan Agustus 2010 ini saya memberikan semacam pendapatan bulanan dengan rincian pekerjaan yang sudah disepakati bersama. Karena load pekerjaan bisa dilakukan secara online, mereka tidak perlu datang ke lokasi Excellent setiap hari. Proses monitoring dan penyelesaian pekerjaan dilakukan secara online.

Demikian beberapa persiapan yang saya lakukan untuk memastikan proses pengunduran diri berlangsung halus dan mulus dan fokus usaha yang saya lakukan memberikan hasil sesuai harapan.

Jika ada rekan-rekan yang memiliki saran saya persilakan menyampaikannya melalui halaman komentar dibawah ini. Berikutnya saya akan menuliskan pengalaman menjadi tukang bangunan dadakan dalam membangun perluasan lokasi untuk training center ๐Ÿ™‚

Pin It

23 thoughts on “Persiapan Sebelum Berhenti Kerja (Resign)

  1. Woww..keren Mas Vavai, sangat inspiratif. Moga2 saya bisa mengikuti jejak Mas Vavai, mungkin bakal jauh lebih berat pertimbangannya karena saat ini istri tidak bisa berlaku sebagai “JPS” dan sepenuhnya mengandalkan penghasilan saya sebagai suami. Selamat dan sukses ya!

  2. @Irfan,
    Thanks buat supportnya mas, saya juga belajar banyak dari mas Irfan

    @Yamin, thanks bro, kapan nih amprokan lagi, dah lama nggak ada acara ngoprek bareng.

    @Amril,
    Thanks mas, meski tanpa JPS saya yakin mas Amril lebih punya kans dibandingkan saya.

  3. @Deddy, Thanks buat supportnya
    @Kang Tatang, Mantabs kang *menjura pada kangtatang*
    @Eshape, terima kasih mas, saya banyak belajar dari tulisan-tulisan mas Eshape
    @Jacobian, thanks buat supportnya.

  4. Sukses Mas Vavai,
    Mohon ijin copy mas, buat panduan saya pribadi agar bisa melakukan hal yang sama dan agar transisinya lebih mulus. Salam,

  5. Saya respek pada keberanian anda dlm mengambil keputusan, saya juga sdg melakukan persiapan. Mudah-mudahan nanti kita bisa saling sharing.

    Maju terus Bung!!

  6. Bener bener inspiratif nih Mas. Apalagi pertimbangan “di luar” kita seperti keuangan istri atau keluarga, belum masuk dalam pertimbangan saya jika ingin resign.

    Sukses selalu dan tetap menginspirasi sekitar ya ๐Ÿ™‚

  7. maju terus pantang mundur……

    saya gak ikut doain tapi call aja kalau ada masalah Insya Allah kalau dipikir bareng-bareng akan ketemu jalan keluarnya.

    Satu lagi yang kurang yaitu…. harus kumpul dengan komunitas pedagang/pengusaha biar “setrumnya” selalu dicharge terus

  8. Pingback: Mengapa harus Resign dari Kantor? | Migrasi Windows Linux

  9. inspiring…memikirkan dan mempersiapkan soal waktu kerja yang pastinya akan lebih lama jika berwirausaha…saya langsung menghitung2 waktu….trima kasih tuk infonya ๐Ÿ™‚

  10. Pingback: Tuhan Maha Tahu Tapi Ia Menunggu | Migrasi Windows Linux

  11. Pingback: Kekhawatiran Saat Hendak Berpindah ke Jalur Wirausaha | Bisnis Having Fun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*