7 Aturan Dasar SysAdmin yang (mungkin) Perlu Anda Ketahui


Jika anda menjadi sistem Administrator alias Sysadmin biasanya anda bertanggung jawab pada kelancaran sistem di perusahaan atau instansi tempat anda bekerja. Jika anda baru menjadi sysadmin, beberapa aturan dasar berikut ini mungkin bisa berguna :

  1. RTFM (Read the F*****G Manual, Read the Friendly/Full/Fine/ Manual, dll). Jangan bikin malu pangkat sysadmin karena bertanya sesuatu yang basic yang sebenarnya sudah ada pada manual yang ada. Biasakan membaca manual, read me atau dokumen petunjuk yang disertakan sebelum bertanya pada orang lain. Jangan sampai terlihat kebingungan, karena kalau sysadmin-nya saja bingung, bagaimana orang lain yang menjadi end-user
  2. Backup Secara Periodik & Validasi Hasil Backup. Jangan menunggu terjadinya bencana dokumen dan data hilang/rusak dan ternyata kita tidak punya backup. Lakukan validasi backup secara periodik, karena siapa tahu script/perintah backup yang kita lakukan ternyata gagal. Jika kita melakukan kompresi data backup, test dengan melakukan dekompresi hasil backup, siapa tahu berhasil kompress data backup namun datanya tidak bisa digunakan
  3. Jangan Hanya Menyimpan Backup Terakhir. Banyak sysadmin yang berpikir sederhana, “apa gunanya menyimpan beberapa backup data sesuai waktu (Harian, Mingguan, Bulanan) karena backup yang dipakai adalah posisi terakhir”. Jangan salah, bisa jadi backup terakhir yang kita lakukan ternyata berisi data yang terlanjur rusak. Jauh lebih aman menggunakan sistem backup berkala, misalnya ada backup 1 tahun terakhir (biasanya akhir tahun), bulan lalu, minggu lalu dan backup harian. Hal ini akan menjamin integritas dan kemampuan recovery data
  4. Otomatiskan Perintah Manual. Lazy sysadmin is the best sysadmin. Lakukan proses otomatisasi untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutin. Pikirkan beberapa pekerjaan rutin yang sering dilakukan baik secara harian, mingguan maupun bulanan, kemudian pikirkan cara mengotomatiskan pekerjaan rutin tersebut. Ini akan menghemat banyak waktu. Bukan pada tempatnya jika sysadmin sibuk untuk sesuatu yang sifatnya rutin. Jauh lebih baik jika waktunya ia manfaatkan untuk melakukan improvement sistem, bukan melakukan kegiatan yang terus berulang yang sebenarnya bisa diotomatisasi.
  5. The Friday Rule : Jangan Mengubah Konfigurasi pada Hari Jum’at, kecuali ingin bekerja di akhir pekan. Banyak sysadmin yang biasanya mengubah konfigurasi atau melakukan perubahan sistem pada hari terakhir bekerja diakhir pekan. Hal ini benar jika memang hari Sabtu atau Minggu tidak digunakan untuk bekerja. Jika hari Sabtu dan Minggu tetap ada operasional sistem, perubahan ini akan membuat libur akhir pekan menjadi terganggu 🙂
  6. Jangan Takut pada Shell Command/Command Line Interface (CLI). Jika berniat menjadi sysadmin, mulailah berakrab ria dengan CLI. Selain jauh lebih cepat, responsif dan membutuhkan bandwidth rendah, CLI juga akan mendidik kita untuk lebih aware pada perintah-perintah yang akan dilakukan. GUI bukan sesuatu yang haram untuk sysadmin (ingat rule no 4, Lazy sysadmin is the best sysadmin) tapi sebagai sysadmin sudah sepantasnya jika kita juga memiliki kemampuan dasar untuk CLI. Server-server yang dikelola secara remote biasanya hanya menyediakan akses CLI/web, bukan model remote desktop
  7. Terus Belajar dan Meningkatkan KemampuanThere is ALWAYS a better way of doing something … You just haven’t found it yet !! Bisa saja ada beberapa pekerjaan yang selama ini kita lakukan ternyata bisa dikerjakan dengan cara lain secara lebih mudah dan dengan kualitas yang lebih baik. Jika ada website atau server yang terkena hack, pelajari data forensik dan jangan terburu nafsu melakukan recovery. Jauh lebih baik jika kita menonaktifkan service sementara waktu dalam batas tertentu sambil melakukan investigas celah keamanan yang ada.

7 aturan dasar diatas memang bukan harga mati. Sebagai sysadmin anda tentu jauh lebih paham mengenai sistem yang anda kelola. Silakan tambahkan prinsip lainnya pada bagian komentar jika ada yang belum tercantum pada list diatas. Jangan lupa pada pesan yang ada pada gambar dibawah ini :

Pin It

9 thoughts on “7 Aturan Dasar SysAdmin yang (mungkin) Perlu Anda Ketahui

  1. Kalau boleh saya ingin menambahkan dua hal lagi, sesuatu yang jarang diperhatikan secara serius oleh IT Admin (Sys Admin, Net Admin, DB Admin) termasuk oleh saya :-).

    *** Pemantauan Sistem Secara Terus Menerus ***
    Mengambil istilah dari ISO OSI System Management, IT Admin perlu mengukur dan memantau FCAPS (Fault, Configuration, Accounting / Administration, Performance, and Security) dari sistem.
    Misal untuk Fault, sebaiknya IT Admin (bukan end-user) yang pertama tahu kalau ada masalah di sistem.
    Atau untuk Performance, IT Admin sebaiknya tahu persis load masing – masing peralatan saat ini sehingga terkait penyusunan anggaran, usulan upgrade / peningkatan kapasitas peralatan dilakukan atas dasar kebutuhan nyata bukan hanya karena mengikuti trend saja.
    Untuk memantau Fault dan Performance ini, mengikuti rule no 4, sebaiknya IT Management Tool (semacam Zenoss, Nagios, Cacti, Shinken, OpenNMS) digunakan.

    en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_network_monitoring_systems

    Sedang untuk Security, penerapan Intrusion Detection and Prevention System sebaiknya digunakan.
    Namun perlu diingat bahwa tool yang paling sesuai dengan kita adalah yang kita buat sendiri. Untuk ini senada dengan rule no 6, IT Admin sebaiknya juga seorang scripting programmer yang unggul, agar mampu men-custom tool di atas sesuai kebutuhan.

    *** Pengelolaan Konfigurasi Sistem Yang Selalu Up-To-Date ***
    Jika cacat sebuah software sering disebabkan oleh “salah coding”, maka cacat sebuah peralatan IT biasanya karena “salah konfigurasi”.
    Sering seorang IT Admin lembur karena salah melakukan konfigurasi suatu peralatan hanya karena merujuk pada dokumentasi konfigurasi yang kurang up-to-date.
    Karena itu, IT Admin harus mempunyai dokumentasi konfigurasi yang selalu di-update setiap kali ada perubahan sekecil apapun.

    Dengan dua tambahan ini, semoga kinerja IT Admin makin unggul. Merujuk pada hasil survei 2010, tiga besar penyebab unavailability dari sebuah enterprise IT system adalah [1] Kelemahan Pada Configuration & Change Management, [2] Kelemahan Pada Pemantauan, [3] Kelemahan Pada Pengelolaan Kebutuhan dan Pengadaan.

    en.wikipedia.org/wiki/High_availability

  2. Pingback: Job Description – IT technical support (SysAdmin) | c1p1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*