Maaf Bersyarat : Kalau Saya Salah…

Share

Saya sering mendengar kalimat seperti ini : “Kalau saya salah…”, “Kalau ini dianggap sebagai kekeliruan…” dan kalimat sejenis lainnya yang biasanya diungkapkan sebagai awal permintaan atau permohonan maaf. Bagi saya pribadi, ucapan seperti ini menunjukkan masih ada rasa enggan mengakui kalau dirinya memang bersalah. Pada hemat saya, jauh lebih terasa tulus dan elegan jika permintaan maaf dilakukan tanpa embel-embel.

Tentu saja menjadi hak setiap orang untuk berargumentasi dan juga hak setiap orang untuk memilih caranya mengungkapkan pendapat. Jika itu yang memang menjadi alasan mendasar, alasan tersebut patut diapresiasi, namun jika ungkapan tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk tidak terlalu menurunkan harga diri, pada hemat saya, cara tersebut kurang tepat.

Model kalimat diatas masih menggantung, belum tuntas dan kemungkinan besar belum memenuhi ekspektasi pihak-pihak yang memintanya meminta maaf. Permintaan maaf pada hemat saya sebaiknya diungkapkan dengan rasa tulus, lugas dan tidak menimbulkan interpretasi lain. Permintaan maaf bisa menjadi pertanda kedewasaan kita jika memang kita mengakui bahwa kita kurang cermat dan kurang tepat dalam membuat suatu kesimpulan.

Jadi ingat opini di salah satu media waktu Walikota Surabaya jaman orde baru meminta maaf soal ucapannya yang akan menggusur rumah wartawan yang menulis jelek soal pemda Surabaya. Rumah tersebut diancam akan digusur dan dijadikan jalur hijau. Ucapan yang dimaksudkan sebagai ungkapan jengkel tapi dibungkus canda ini dianggap sebagai bentuk arogansi dan akhirnya walikota tersebut minta maaf.

“Marilah kita saling memaafkan…”

Besoknya, sebuah koran ibu kota memberikan sentilan cerdas dalam bentuk tanggapan, “Dadi sing salah to sopo to cak?”

* Tulisan ini merupakan pendapat pribadi ketika membaca polemik di Detik.com soal artikel seorang kolumnis Detik.com”

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.
Masim Vavai Sugianto

Artikel Terkait

  • Tips Wirausaha : Sistem Keuangan & Pajak Perusahaan
    Salah satu kendala terbesar dalam wirausaha adalah pencatatan keuangan perusahaan/wirausaha yang dibangun. Ada banyak alasan yang menyebabkannya, misalnya karena keuangan yang tercampur antara keuanga...
  • Kaizen, Improvement & Penulisan Modul Panduan Training
    Salah satu kegiatan yang rutin saya lakukan adalah membuat dan merevisi modul panduan yang digunakan untuk training di Excellent. Pembuatan modul training ini ternyata bermanfaat juga sebagai bagian d...
  • Tips Staff IT : Sempatkan Diri Membenahi Tempat Kerja
    Catatan : Gambar-gambar yang disertakan dalam artikel ini adalah ilustrasi, bukan situasi dikantor klien. Saya pernah melakukan implementasi sistem di kantor klien di daerah Tangerang dan menemukan...
  • Meeting di Bekasi
    Tadi pagi, 2 orang staff support PT. Excellent ciao ke kantor klien sebuah perusahaan suku cadang otomotif di Pulogadung, Jakarta Timur, sementara saya ada janji pertemuan dengan ibu Astri dari Red Ha...
  • Pemasangan Genteng-Taman Bacaan Excellent, 24 Maret 2012
    Hari Sabtu, 24 Maret 2012 pekan lalu, pembangunan kompleks taman bacaan Excellent memasuki tahap pemasangan genteng. Karena kebetulan libur panjang, saya bisa sekalian datang berkunjung dan membantu p...

Masukkan alamat email pada form dibawah ini untuk menerima update mengenai artikel, tutorial atau tips terbaru dari website ini:

Delivered by FeedBurner

3 Responses for “Maaf Bersyarat : Kalau Saya Salah…”

  1. jacobian says:

    emang ada apa di detik.com?coba berikan link nya yg di detik mas vavai biar bisa aq baca neh.hehe…

    tapi emang seh setiap orang kan berbeda2 permintaan maafnya.tergantung dari daerah mana asalnya. :-)

  2. kunderemp says:

    Yang bhadgavagita itu bukan?

  3. Vavai says:

    @Jacobian,

    Sudah dijawab sama Kunderemp :-)

    @Kunderemp, benar sekali mas, 100%.

Leave a Reply

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.

Link

Switch to our mobile site

Log in - BlogNews Theme by Gabfire themes