Status Facebook : Dia yang Update, Dia juga yang “Like it”

Saya tidak tahu apakah saya yang kuper atau orang lain yang aneh, saya kok kerap merasa geli kalau melihat status atau posting seorang teman di Facebook. Yang membuat geli adalah jika si Facebooker yang bersangkutan membuat suatu status atau posting, tapi dia juga yang jadi orang pertama  yang “Like it” atau “Like this”.

Narsis banget nggak sih ?:-P Apa nggak sebaiknya kesempatan pertamax dikasih ke orang lain. Buat saya, kok rasanya janggal kalau saya bikin status, terus saya juga klik “Like it”, apalagi kemudian jadi komentator pertama, hehehe…

Saya tambah geli ketika teman saya yang baik, mas Pujiono merespon curahan hati saya ini dengan berkomentar, “Yang elo maksud itu gue ya, habis, daripada nggak ada yang like it mendingan gue sendiri yang like it”.

Hahaha, lha biasanya saya melihat tipikal Facebooker yang melakukan hal yang saya tulis itu kebanyakan ABG. Jangan-jangan mas Puji lagi deja vu kembali jadi ABG 🙂

Jika anda melakukan hal yang saya tuliskan, harap jangan diambil hati. Update status di FB itu hak asasi masing-masing, kalaupun saya menuliskannya disini, itu sekedar rasa heran saja, mungkin saya kuper berurusan dengan social media 🙂 . Saya paham kok, mau update status sendiri kemudian dihapus lagi berulang kali, atau update status dengan bahasa yang sukar dimengerti, itu kan hak pribadi si Facebooker. Lo usil amat sih jadi orang, hehehe…

Eh ngomong-ngomong, aneh nggak sih kebiasaan seperti itu, update status sendiri, like this sendiri dan jika perlu, komentar sendiri 😛

Pin It

33 thoughts on “Status Facebook : Dia yang Update, Dia juga yang “Like it”

  1. Emang aneh, tapi yang lebih aneh lagi kalau dia bikin status terus ngeklik “Tidak Suka” atas statusnya sendiri..hehehe

  2. Eh ngomong-ngomong, aneh nggak sih kebiasaan seperti itu, update status sendiri, like this sendiri dan jika perlu, komentar sendiri

    +++

    Aneh tapi nyata, tapi wajar bagi yang melakukannya.

    Gini mas, setelah selesai menulis, maka dia baca-baca sendiri dan melihat ada yang kurang dan perlu dikomentari

    Nah biar kelihatan banyak komentarnya, daripada update tulisan, nanti jadi tidak asli, maka dia tuliskan saja di kolom komentar

    Hehehe..asli narsis..!:-)

  3. Sama.. aku juga pernah mempertanyakan hal yang sama di status fesbuk dan tanggapannya bermacam-macam. Rata-rata tidak mengakui sih. 😀

  4. Kalau like this sendiri sih tidak pernah, tapi kalau komentar sendiri sih sering hehe. Statusnya terlihat lebih “nyambung” daripada kalau komentar ditulis sekaligus di status. Mungkin juga terpengaruh gaya tulisan pak Ikhlasul Amal di Plurk atau Niwat0ri di blog setripayam.

    Anehnya, di Plurk saya justru jarang nulis komentar pertama di plurk sendiri 😀

  5. Mungkin reflek om.. pan kalo lambang like this gambaranya jempol ngadep ke atas.. nah siapa sih yang gak mau di kasih jempol.. :D, kalau mau mempersilahkan di kerajaan Java, bibir nya mengucap ” monggo” tangannya reflex ngasih jempol….

  6. Like it.
    hehehe, saya sampai sekarang malah tidak ngerti apa maksud dari “Like it” ini? klo ada like knp tidak ada dislike? mending maen2 cendol n bata di kaskus aja :p

    salam kenal.

  7. Mas Vavai,
    Coba interpretasikan “like this”-nya ini: (saya copas dari status friend saya)

    A : Ya Tuhan, sdh tiga hari badan atha msh anget gini ..kasian ngeliat kondisi nya..Besok pagi sembuh ya Nak! amin…
    Today at 10:51pm via Mobile Web · Comment · Like
    W likes this.

    Menurut saya, si W senang “badan atha msh anget gini”.
    Iya kan?…:)

  8. hahahaha.. untung gw udah ga abg lagi… kalau ga semua status gw di fb ge like sendiri,… menurut loe aneh ga bro.. kalau ada yg coment. status org … misalnya namanya Sari Betha … terus coment di status org .. Sari Betha Like This….

  9. Jadi ingat pantun Pak Lonk

    Orang barat suka mabuk, lebih bahaya bila sendiri
    Apalah artinya sebuah facebook, bikin status comment sendiri…

    😀

  10. menurut saya, social media itu memang sarana utk tetap bisa eksis dalam dunia maya. oleh karenanya, semakin narsis maka semakin dikenallah dia. bagaimana caranya eksis? ada banyak cara, misalnya: membuat posting yang berguna, posting yang aneh, posting yang remeh. nah, semakin narsis lagi jika semua posting itu di-like oleh dia sendiri. kalo bukan kita sendiri yang suka, bagaimana kita berharap orang lain akan suka? kekekeke….

  11. Ternyata punya pikiran yang sama, kadang saya juga bingung liat status yang seperti itu, syukur sampe sekarang saya belum, janglah ntar aneh hua 3x…balik lagilah ke hak masing-masing,apa loe suka deh, enjoy aja

  12. 😀 :D..kl statusnya berupa info sih rada masuk akal. tp kl sttausnya tentang pribadi sih rada janggal juga..[padahal ane juga suka gitu…hihihihihiiii..:D]

  13. kayaknya aku jadi semakin suka melakukan hal itu
    disamping refleks,
    karena kurang kerjaan juga
    wakakakaka….
    this time for Afrika
    (tapi juaranya Spanyol)

  14. kalau di plurk, komen sendiri karena kecenderungan plurker yg langsung membaca yg “new response view”

    kl ga direspon sendiri, sering ga dibaca plurker lain 😀

  15. Hihihi So What Gitu Loh,,,suka suka you know,,klo geli jangan dibaca,,leave it a lone susah amat,,amat aja ngga susah hahaha,,:)))

  16. Yah maz….!!! Hal gini diperdebatkan
    Ga penting bgd lah, mning muat artikel2 yg pnya nilai edukasi.
    Anda kan expert di bidang X pastinya anda bs brbagi keahlian di bidang X dond kpd pmbaca.

    Bicara ttg social media, sy pun mmg kurang sret(mood) utk yg 1 ini, krn pola pikir sy bkn konsumtif.

  17. @Godogan,
    Saya teh bukan memperdebatkan boss, tulisan ini dibuat karena saya lihatnya menarik saja, sekalian selingan dari kebiasaan saya menulis artikel. Lihat saja kategorinya, namanya saja “intermezzo”.

    Don’t too be seriously boss, hehehe…

  18. Dunnya sudah gila, emang kebiasaan narsis suka muncul jika lagi cibukpesbuk, apalagi kalo koleksi temen2 cewenya caem2, piss … 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*