Instalasi OpenSSH (SSH Server) pada Ubuntu

Saya memerlukan akses SSH server pada Ubuntu 8.04.4 LTS (Long Time Support) yang akan saya gunakan untuk melakukan instalasi Zimbra Mail Server secara remote. Sebenarnya saya agak kaget mendapati Ubuntu Server tidak menyertakan paket OpenSSH secara default, karena di openSUSE saya sudah mendapatkannya secara otomatis.

Kemungkinan besar pertimbangannya adalah simplicity. Ubuntu server sengaja dikemas dalam paket basic agar ringan dan cepat, tambahannya bisa di customize sesuai keperluan. Berbeda pendekatan dibandingkan openSUSE tapi masing-masing punya pertimbangan yang baik.

Untuk mengecek apakah service SSH sudah terinstall atau belum bisa menggunakan perintah berikut :

sudo netstat -tulpn

Jika sudah terinstall, akan ada satu baris yang menyatakan service sshd yang berjalan seperti contoh berikut ini :

tcp6       0      0 :::22                   :::*                    LISTEN      4904/sshd

Contoh diatas menunjukkan bahwa ada service SSH yang berjalan pada port default, yaitu port 22. Jika belum ada, kita bisa mengaktifkannya dengan prosedur sebagai berikut :

  1. Install paket OpenSSH :
    sudo apt-get update
    sudo apt-get install openssh-server
    
  2. Ganti port default untuk pengamanan tambahan. Port default biasanya port 22, ganti dengan port yang tidak digunakan oleh service lainnya dan tidak mudah ditebak, misalnya port 22212 (SSH Pendekar Kapak Maut Naga Geni-Wiro Sableng, hehehe…)
    sudo su -
    vi /etc/ssh/sshd_config
    

    Ubah baris port 22 menjadi port lain yang diinginkan

  3. Jalankan service SSH
    /etc/init.d/ssh restart
    
  4. Jangan lupa memasukkan port tersebut sebagai port yang dikecualikan (exception) jika menggunakan Firewall.
  5. Untuk melakukan testing, bisa menggunakan perintah ssh namauser@ipaddress-server atau ssh namauser@hostname, misalnya ssh vavai@192.168.0.1atau ssh vavai@mail.vavai.net

Karena terakhir menggunakan Ubuntu pada versi 6.X, saya sempat kehilangan memori tata cara penggunaan Ubuntu 😀 , jadi catatan ini bisa dianggap sebagai catatan seorang Newbie yang belajar Ubuntu dari dasar 🙂

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*