LinuxMint 8 “Helena” kembali melahirkan saudara kandungnya, menyusul saudara lain yang sudah terlebih dahulu diluncurkan, kali ini dalam bentuk rilis LinuxMint versi KDE 64 bit dan versi FluxBox. Rilis ini melengkapi koleksi LinuxMint 8 yang sebelumnya sudah meluncurkan versi default Gnome dan KDE.
LinuxMint 8 KDE64 sesuai dengan namanya diperuntukkan bagi arsitektur processor 64 bit. Karena sudah sedemikian terbiasa dengan KDE 4 yang dibundel oleh openSUSE, saya tidak terlalu exciting dengan versi KDE dari LinuxMint 8 ini. Saya justru tertarik dengan versi FluxBox yang semestinya lebih ringan dibandingkan dengan KDE dan Gnome.
Gambar 1 : LinuxMint 8 "Helena" versi FluxBox
Gambar 2 : LinuxMint 8 "Helena" versi KDE
Bagi rekan-rekan yang ingin mencoba download, silakan download dari 2 mirror lokal di Indonesia :
Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.
LinuxMint 8 Helena & Kemudahan Update Driver Proprietary Pada distro Linux openSUSE, saya terbiasa menggunakan fasilitas One-Click-Install dari openSUSE Build Service untuk melakukan instalasi paket aplikasi atau driver secara mudah. Fasilitas One-Click-Ins...
LinuxMint 8 “Helena”, Awesome!
Jika saya dulu ditanya apa distro yang jadi preferensi utama saya selain openSUSE/SLES, maka saya akan menjawab Centos untuk distro Server dan PCLinuxOS sebagai distro pilihan untuk desktop. Meski...
Tag File-File Audio dengan Easytag di LinuxMint 12 Tutorial ini akan memberitahu anda cara merubah informasi file-file suara seperti artisnya atau judulnya, yang biasa disebut tag, dengan cara yang cepat menggunakan program Easytag.
Note
Saya meng...
Blender 2.62 telah dirilis! Blender 2.62 telah dirilis, hadir dengan sejumlah fitur, peningkatan dan perbaikan bug. Di Blender 2.62, Cycles render engine sekarang memiliki lapisan, anda bisa melacak obyek di dalam video, memilik...
Top lead developer Linux Mint secara terang terangan bilang kalo doi antisemit dan menganjurkan Yahudi atau negara Israel tidak memakainya dan tidak menerima donasi dari mereka.
Kasar pula ngomongnya di mailing list
Gue sebetulnya tidak peduli soal masalah Yahudi ini, wong ndak ikutan. Tapi untuk environment GPL, kok tidak kondusif sama sekali yah.
Saya sendiri malah nggak mengikuti milisnya. Pernah sih waktu perang Palestina-Israel 1-2 tahun kemarin membaca sikap politiknya, tapi setahu saya setelah itu nggak dicampur adukkan dengan distro-nya.
Soal politik memang jadi rumit, mirip kasus pemblokiran akses sourceforge dari negara semacam Iran, Korut dan kawan-kawan yang dianggap AS sebagai ancaman baginya.
Masim "Vavai" Sugianto, proud openSUSE community member, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak . Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak . Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source, Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Selengkapnya...
Silakan gunakan link berikut untuk menghubungi kami
Top lead developer Linux Mint secara terang terangan bilang kalo doi antisemit dan menganjurkan Yahudi atau negara Israel tidak memakainya dan tidak menerima donasi dari mereka.
Kasar pula ngomongnya di mailing list
Gue sebetulnya tidak peduli soal masalah Yahudi ini, wong ndak ikutan. Tapi untuk environment GPL, kok tidak kondusif sama sekali yah.
Saya sendiri malah nggak mengikuti milisnya. Pernah sih waktu perang Palestina-Israel 1-2 tahun kemarin membaca sikap politiknya, tapi setahu saya setelah itu nggak dicampur adukkan dengan distro-nya.
Soal politik memang jadi rumit, mirip kasus pemblokiran akses sourceforge dari negara semacam Iran, Korut dan kawan-kawan yang dianggap AS sebagai ancaman baginya.