Pembobolan ATM BCA & Beberapa Trik Mengantisipasinya

Salah satu berita yang mampu mengimbangi hingar bingar pansus Bank Century adalah berita mengenai pembobolan rekening nasabah melalui ATM beberapa bank, antara lain Bank BCA, BNI dan BRI.

Saat ribut-ribut tersebut, saya segera mengecek tabungan BCA saya melalui internet Banking KlikBCA. Kaget juga saat melihat saldonya sudah berkurang banyak, namun kekagetan itu tidak berujung pada pelaporan polisi karena memang saya sendiri yang menghabiskannya, hehehehe…

Meski tidak punya uang banyak ditabungan maupun dibawah kasur, kasus  pembobolan rekening ini patut diwaspadai karena kecenderungan dari kita mungkin abai saat kita bukan menjadi korban namun nangis darah (caelah, hiperbola banget) saat kebobolan.

Saya tidak (belum, dan jangan sampai terjadi 😛 ) kebobolan ATM, namun menyikapi jawaban BCA soal, “Ada indikasi pengintipan PIN” saya jadi berpikir bahwa andaikata kasus ini tidak serentak terjadi, kemungkinan nasabah tidak punya daya tawar tinggi agar uangnya dikembalikan. Nasabah akan ada dalam posisi lemah karena tidak punya bukti kuat bahwa ia tidak pernah menarik uang, kecuali memang tidak punya ATM. Jadi, ada juga blessing in Disguise dari kejadian ini, yaitu bahwa Bank patut mengapresiasi laporan nasabahnya.

Saya pernah punya pengalaman kurang menyenangkan yang berakhir happy saat menarik uang sebesar 1 juta rupiah dari ATM BCA menggunakan kartu Bank Muamalat. Saldo saya terpotong namun uangnya tidak keluar. Saya sudah hopeless karena memikirkan bakal rumit sekali mengurusnya. Ternyata dugaan saya salah karena saya mudah mengurus kembalinya saldo saya di Bank Muamalat. Ceritanya saya tuliskan disini.

Lantas, terkait dengan pembobolan ATM, apa saja yang perlu diperhatikan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan tersebut. Berikut adalah summary antisipasi, saya sarikan dari beberapa sumber online.

Dari Detik

  1. Salah satu ciri sebuah alat skimmer telah ditempelkan adalah bila Anda tidak melihat cahaya berpendar LED ketika Anda memasukkan kartu ke mesin ATM. Bisa jadi lampu LED tidak terlihat berpendar karena tertutupi oleh skimmer.
  2. Waspadai kotak brosur yang mungkin menempel/di dekat ATM karena kotak brosur itu bisa jadi berguna untuk menutupi kamera tersembunyi untuk merekam gerakan jemari Anda menekan nomor PIN.
  3. Biasakanlah menggunakan mesin ATM yang terdekat dengan kediaman/kantor Anda sehingga Anda familiar bagaimana mengoperasikannya dan mengetahui dengan cepat bila ada kejanggalan.
  4. ATM drive-through adalah target bagus untuk pencuri identitas karena pengemudi seringkali merasa terburu-buru dengan pengantre lainnya sehingga tidak memberi perhatian lebih.
  5. ATM teraman adalah yang berada di dalam bank atau toko yang ramai orang-orang.
  6. Waspadalah bila ATM mengaku “rusak/out of order” sehingga uang tak bisa keluar, padahal Anda telah memasukkan kartu dan telah memasukkan PIN.

Dari Kompas :

  1. Waspadai Skimmer. Skimmer adalah alat untuk mencuri data magnetik.

    Alat ini biasanya dibuat dari gipsum dan didesain cocok dengan bentuk ATM. Warnanya pun disesuaikan dengan warna ATM.

    “Tapi, sebenarnya gampang dikenali. Warnanya pasti sedikit beda dengan badan ATM. Sering kali juga retak karena diimpor dari Amerika biasanya retak selama di perjalanan karena dibuat dari gipsum,” ujar Ruby.

    Selain itu, kata Ruby, skimmer umumnya hanya ditempel dengan double tape atau bahkan ada pelaku yang nekat alatnya diplester dari luar. “Goyang-goyang saja agak kuat, kalau lepas, berarti skimmer,” kata Ruby. Elemen ATM tidak mungkin ditempel selemah skimmer tersebut.

  2. Waspadai Kamera Pengintai, biasanya mirip webcam dan diletakkan di dekat ATM. Perhatikan tempat-tempat seperti box brosur atau pintu.
Pin It

One thought on “Pembobolan ATM BCA & Beberapa Trik Mengantisipasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*