Rsync, Fasilitas Salin Data Multi Fungsi dan Mudah Dikonfigurasi

Saya berkenalan dengan rsync melalui tulisan pak Ibam-Rahmat Samik Ibrahim-(Rsync, fasilitas salin data skala raksasa). Rsync saya gunakan untuk melakukan proses mirror terhadap repositori openSUSE, baik mirror yang ada di http://download.opensuse-id.org maupun mirror lokal yang ada dikantor.

Beberapa waktu yang lalu saya secara iseng mencoba melakukan setup rsync server dikantor untuk keperluan penyalinan data dan ternyata prosesnya jauh lebih mudah daripada melakukan setup Samba, NFS, Web maupun FTP Server. Saya sudah mencoba rsync pada openSUSE 11.0, openSUSE 10.3 dan SUSE Linux Enterprise Server 10 tanpa kesulitan. Saya tidak tahu apakah di distro lain sama mudahnya atau tidak. Mestinya sih iya sama mudah karena rsync hanya membutuhkan 1 file konfigurasi utama yang terletak pada folder /etc.

Jika setup samba membutuhkan waktu yang cukup panjang, rsync bisa kita siapkan dalam waktu kurang dari 5 menit sehingga sangat membantu jika kita ingin melakukan penyalinan data tanpa harus melakukan setup yang rumit.

Setup Rsync Server pada openSUSE :

  1. Install paket rsync melalui YAST atau melalui konsole. Jika melalui konsole, proses install dapat dilakukan dengan perintah : zypper in rsync
  2. Ubah konfigurasi file /etc/rsyncd.conf
  3. Contoh konfigurasi :

  4. gid = users
    read only = true
    use chroot = true
    transfer logging = true
    log format = %h %o %f %l %b
    log file = /var/log/rsyncd.log
    pid file = /var/run/rsyncd.pid
    #hosts allow = trusted.hosts
    slp refresh = 300

    [Home-Vavai]
    path = /home/vavai
    comment = Data-vavai
    # auth users = user
    # secrets file = /etc/rsyncd.secrets

    [iso]
    path = /srv/www/htdocs
    comment = file iso vavai

    Yang perlu diubah adalah bagian #hosts allow = trusted.hosts (diganti dengan IP komputer client yang boleh mengakses) dan pada bagian yang dimulai dengan kurung siku [ ]. Bagian ini adalah bagian yang akan dishare. Dalam contoh diatas, saya melakukan share 2 buah folder, yaitu /home/vavai dan /srv/www/htdocs. Silakan sesuaikan dengan folder share yang diinginkan.

  5. Kita juga dapat membuat file teks /etc/rsyncd.motd yang berisi tulisan selamat datang (Message of the Day) dan menambahkan opsi motd file = /etc/rsyncd.motd pada file /etc/rsyncd.conf diatas
  6. Restart service rsync dengan perintah : service rsyncd restart
  7. Test dengan perintah melalui konsole : rsync IP-Address-Server::, misalnya rsync 192.168.0.1::
    Catatan : IP bisa diganti dengan hostname, misalnya rsync vavai.vavai.com::
  8. Untuk melakukan download suatu folder, kita bisa menggunakan opsi -av. Contoh berikut dilakukan pada

Setting Client

  1. Install paket rsync melalui YAST atau melalui konsole. Jika melalui konsole, proses install dapat dilakukan dengan perintah : zypper in rsync
  2. Check rsync server dengan perintah pada konsole : rsync ip-address-server:: misalnya rsync 192.168.0.1::
  3. Kita juga bisa masuk ke folder tertentu, misalnya rsync 192.168.0.1::Home-Vavai/. Jangan lupa menambahkan simbol / pada akhir folder yang artinya ingin melihat isi dari folder tersebut.
  4. Untuk melakukan copy data, gunakan perintah berikut : rsync -av ip-address-server::nama-folder-share nama-folder-tujuan/, contoh : rsync -av 192.168.0.1::Home-Vavai/ /srv/www/htdocs/backup. Itu artinya kita akan melakukan copy isi dari rsync share dengan nama Home-Vavai ke folder /srv/www/htdocs/backup.
  5. Kita bisa juga memastikan agar folder tujuan selalu memiliki versi dan data yang sama dengan rsync dengan opsi -av –delete
  6. Kita juga dapat mengecualikan suatu file / folder tertentu dari proses dengan opsi –exclude.
  7. Silakan merefer pada manual rsync untuk pilihan lain yang lebih lengkap.

Link Terkait :

  1. Membuat Mirror openSUSE
  2. http://samba.anu.edu.au/rsync/
Pin It

6 thoughts on “Rsync, Fasilitas Salin Data Multi Fungsi dan Mudah Dikonfigurasi

  1. kalo yang sync adalah *nix to *nix jelas rsync memang nikmat, apalagi bisa ditumbangkan lewat SSL, sehingga bisa nembus firewall sana sini.

    Tapi kalo yg mau di sync adalah Windows ke *nix, yang lalu kudu maintain permission dari Windowsnya, rsync bukan jawaban yg tepat.

  2. #Haikal,

    Iklan banyak ? Pikir saya sih relatif boss. Iklan itu yang membiayai saya dalam membuat tulisan dan membayar hosting.

    Kalaupun terganggu dengan iklan, kan bisa gunakan Adblock Plus atau mungkin tidak membuka blog ini 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*