Panduan Lengkap Setting Repositori OpenSUSE (Online dan Offline) – I

Atas bantuan mas Fajran Iman Rosadi (Iang) dan mas Ferry Haris dari Depkominfo, repositori untuk OpenSUSE sudah tersedia lengkap. Bahkan, repositori tersebut sudah dibundel dalam bentuk DVD sehingga proses update software bisa dilakukan secara online maupun offline. Berikut adalah panduan melakukan setting repositori OpenSUSE menggunakan 3 (tiga) pilihan repositori diatas. Saya akan memasukkan panduan ini kedalam halaman panduan OpenSUSE.

Bagi yang belum jelas apa perbedaan antara repositori OSS, Non OSS, Packman dan Guru, berikut ini adalah keterangan singkatnya : Repositori Packman maupun Guru sering digunakan untuk melakukan update codecs multimedia dan software-software yang selama ini belum dimasukkan ke CD/DVD OpenSUSE, baik atas pertimbangan lisensi maupun pertimbangan non teknis lainnya. Untuk repositori OSS adalah aplikasi yang sifatnya open source dan biasanya sudah dibundel dalam DVD OpenSUSE, sednagkan untuk Non OSS mencakup aplikasi non open source namun boleh didistribusikan, misalnya Acrobat Reader dan Flash Player (Dulu Java termasuk Non OSS namun sekarang sudah Open Source, CMIIW).

Apa keuntungan penggunaan repositori ini. Fungsi utama adalah memudahkan proses instalasi suatu aplikasi ataupun library yang dibutuhkan. Kita tidak perlu memusingkan kemungkinan masalah dependency software karena YAST dapat langsung menanganinya. Kita hanya perlu mencari software atau library yang diinginkan (misalnya w32 untuk dukungan MP3 dan codecs video pada OpenSUSE) dan YAST bisa langsung mendeteksi alamat download sekaligus melakukan instalasi.

Pada dasarnya, panduan setting repositori ini sangat mudah, karena kita hanya perlu mencari folder yang berisi folder utama OpenSUSE. Untuk mempermudah penulisan, saya memecahnya menjadi tiga artikel. Saya mulai dari repositori online dan terakhir repositori offline.

I. Server Kambing
Server Kambing menyediakan repositori OpenSUSE untuk Oss, Non oss, Packman dan Guru. Berikut ini adalah link yang tersedia :

– OSS : http://kambing.ui.edu/opensuse/distribution/10.2/repo/oss/
– Non OSS : http://kambing.ui.edu/opensuse/distribution/10.2/repo/non-oss/
– Packman : http://kambing.ui.edu/opensuse-packman/
– Guru : http://kambing.ui.edu/opensuse-guru/

Untuk menambahkan keempat repositori diatas, berikut ini adalah langkah-langkahnya. Karena server Kambing merupakan server online, pastikan sudah ada akses internet baik secara langsung maupun melalui Proxy. Jika akses melalui proxy, lakukan setting pada YAST | Network Service | Proxy.

1. Buka YAST

2. Jika masuk sebagai user non root, silakan masukkan password root.

3. Pilih Software | Installation Source

repo-2

4. Pilih Add

5. Pada pilihan Media Type, pilih HTTP, Klik Next

repo-3

6. Pada Server Name isi dengan kambing.ui.edu (tanpa http://)

7. Pada Directory On Server, isikan /opensuse/distribution/10.2/repo/oss/

repo-4

8. YAST akan melakukan koneksi dan download list software. Tunggu saja beberapa saat.

Untuk menambahkan 3 repositori lainnya, lakukan hal yang sama. Perbedaannya terletak pada langkah ke 7.

Untuk Non OSS : /opensuse/distribution/10.2/repo/non-oss/
Untuk Packman : /opensuse-packman/suse/10.2/
Untuk Guru : /opensuse-guru/rpm/10.2/

Setelah menambahkan repositori diatas, silakan ujicoba dengan mencari libarary MP3 dengan menggunakan YAST | Software | Software Management dan mencari library tersebut dengan mengetikkan “w32” pada pilihan pencarian.

Pin It

2 thoughts on “Panduan Lengkap Setting Repositori OpenSUSE (Online dan Offline) – I

  1. You must make sure that you hire the best web hosting company India to get the best deals and offers for web server hosting.
    People, who are planning to use their own software, they must not choose
    this hosting service. These connections and
    resource sharing can even be made across different operating systems
    such as Unix, Linux and Microsoft Windows.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*